Aksi Nyata 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
Unjuk Terampil Kepemimpinan Murid
Melalui Kegiatan Jum’at Iman dan Taqwa (Jimtaq)
SD Negeri 1 Gerung Utara
A. PERISTIWA
(FACT)
1. Latar Belakang
SD Negeri 1 Gerung Utara adalah sekolah yang terletak di
jantung ibu kota kabupaten Lombok Barat. Letak tersebut menjadi modal atau aset
bagi sekolah dalam mengembangkan berbagai program yang berpihak kepada murid.
Dengan keadaan dan kondisi sekolah berada di jantung kota menjadikannya sekolah
center dan rujukan baik bagi sekolah lainnya maupun masyarakat atau pihak yang
berkepentingan dengannya seperti dinas dikbud atau instansi lain. Letak sekolah
ini memberikan pengaruh kepada asset atau modal lainnya seperti modal manusia,
financial, fisik, politik, agama dan budaya.
Input peserta didik
atau murid banyak dan beragam baik berasal dari wilayah sekitar maupun bukan
sekitar (sebagian pegawai/karyawan yang melewati sekolah ini saat menuju ke
kantornya atau tempat kerjanya maka bisa sekaligus mengantar anaknya). Dari
murid yang banyak dan beragam memberikan pengaruh yang signifikan bagi kondisi
modal manusia lainnya seperti kepala sekolah, guru dan staff yang dapat
konsisten memberikan pelayanan prima.
Menurut Green dan Haines (2002)
dalam Asset building and community development, ada 7 aset
utama atau di dalam buku ini disebut sebagai modal utama, yaitu:
1. Modal Manusia
2. Modal Sosial
3. Modal Fisik
4. Modal Lingkungan/Alam
5. Modal Finansial
6. Modal Politik
7. Modal Agama dan Budaya
Kretzmann dan
McKnight menunjukkan bahwa aset yang dimiliki oleh komunitas adalah kunci dari
usaha perbaikan kehidupan pada komunitas perkotaan dan pedesaan .
Sedangkan sebuah
sekolah yang terdiri dari makhluk hidup (biotic) dan bukan hidup (abiotik)
dapat juga disebut sebagai sebuah komunitas sehingga dalam menyusun dan
mengembangkan sebuah program dapat memperhatikan aset-aset yang dimaksud di
atas sehingga dapat menggunakan pendekatan ABT (Asset Based Thingking) yaitu
sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi
yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri.
Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang
positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir,
kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi
inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.
Perbedaan antara
pendekatan berbasis kekurangan dengan pendekatan berbasis aset dapat dilihat
dari tabel di bawah ini.
|
Berbasis
pada kekurangan/masalah/hambatan |
Berbasis
pada aset |
|
Fokus pada
masalah dan isu |
Fokus pada
aset dan kekuatan |
|
Berkutat pada
masalah utama |
Membayangkan
masa depan |
|
Mengidentifikasi
kebutuhan dan kekurangan – selalu bertanya apa yang kurang? |
Berpikir
tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan
tersebut. |
|
Fokus mencari
bantuan dari sponsor atau institusi lain |
Mengorganisasikan
kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan) |
|
Merancang
program atau proyek untuk menyelesaikan masalah |
Merancang
sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan |
|
Mengatur
kelompok yang dapat melaksanakan proyek |
Melaksanakan
rencana aksi yang sudah diprogramkan |
(Green & Haines, 2010)
Selanjutnya
sekolah sebagai suatu komunitas dapat menggunakan Pendekatan PKBA (pengembangan
komunitas berbasis asset) dalam istilah aslinya ABCD (Asset Based Community
Development) dalam mengembangkan sekolah itu sendiri. Pendekatan PKBA
menekankan dan mendorong komunitas untuk dapat memberdayakan aset yang
dimilikinya serta membangun keterkaitan dari aset-aset tersebut agar menjadi
lebih berdaya guna. Kedua peran yang penting ini menurut Kretzman (2010) adalah
jalan untuk menciptakan warga yang produktif.
Pendekatan
Pengembangan Komunitas Berbasis Aset menekankan kepada kemandirian dari
suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan
bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri, dengan
demikian hasil yang diharapkan akan lebih berkelanjutan.
Dari penjelasan tentang PKBA tersebut di atas maka aset SD Negeri 1 Gerung utara untuk program
Unjuk Terampil Kepemimpinan Murid melalui perbaikan Jum’at Iman dan Taqwa
saat ini seperti:
1. Modal manusia,
a. Kepala sekolah
yang mendukung penuh kegiatan Jimtaq
b. Guru pendidikan
agama yang berkompeten
c. Murid yang
responsif dan memiliki keterampilan religious seperti mahir baca tulis
Alqur’an, Tahfidz, pidato dan lainnya.
2. Modal Agama dan
Budaya, wilayah sekitar sekolah yang gemar dan semarak yasinan, dzikir dan
tahlilan
3. Modal sosial,
kerja sama yang baik dengan yayasan Taman Pendidikan Alqur’an sekitar atau asal
murid
4. Modal politik,
mendapat perhatian anggota DPR Kab Lombok Barat (wali murid) dan komite sekolah
serta pejabat Kecamatan.
5. Modal Fisik,
alat bantu yang sangat memadai seperti mikrofon, wireless dan terasgedung
sebagai tempat pelaksanaan.
6. Modal
alam/lingkungan, halaman yang luas untuk pelaksanaan kegiatan
7. Modal Finansial,
adanya dana BOS untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan kegiatan
Berdasarkan uraian di atas dan
pengamatan selama ini bahwa kegiatan pelaksanaan Jum’at Iman dan Taqwa
didominasi oleh guru Pembina sedangkan sisi lain perlunya pengkaderan
kepemimpinan dengan modal yang sudah tersedia maka perlunya program perbaikan
yaitu Program “Unjuk
Terampil Kepemimpinan Murid Melalui
Kegiatan Jum’at Iman dan Taqwa (Jimtaq) SD Negeri 1 Gerung Utara”.
2. Deskripsi Aksi
Nyata
Aksi nyata dilaksanakan CGP dengan tema “Unjuk
Terampil Kepemimpinan Murid Melalui
Kegiatan Jum’at Iman dan Taqwa (Jimtaq) SD Negeri 1 Gerung Utara” merupakan
program perbaikan dari kegiatan Imtaq yang telah ada sebelumnya. Sebelum
melaksanakan CGP menyampaikan maksud dan tujuan seperti tertera dalam latar
belakang kepada kepala sekolah dan selanjutnya beliau menguatkan serta
menyampaikan kepada dewan guru baik guru kelas terlebih guru muatan pendidikan
agama sebagai kolaboran CGP dalam program ini.
Adapun kegiatan ini dilaksanakan setelah melalui tahapan BAGJA
sebagai berikut:
1. Buat Pertanyaan
Bagaimana
mengembangkan program/kegiatan imtaq yang partisipasif bagi murid?
2. Ambil Pelajaran
Kegiatan
Imtaq setiap hari Jum’at pagi para murid mengikuti pasif dan didominasi guru.
3. Gali Mimpi
- Murid dapat memimpin diri dan teman dalam melakukan
suatu pekerjaan.
- Guru
memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada murid untuk memimpin kegiatan
- Kepala
sekolah mendorong mewujudkan kebahagiaan murid dalam mengekspresikan bakat dan
jiwa kepemimpinan murid
- Orang tua mendukung anak
untuk ikut serta berpartisipasi dalam program unjuk terampil kepemimpinan ini.
5. Jabarkan Rencana
- Program ini dapat berjalan dengan baik,
dengan keterlibatan semua komponen ekosistem sekolah
a) Kepala Sekolah sebagai penanggung
Jawab
b) Guru sebagai pendamping dan
pembimbing
c) Murid sebagai pelaksana
- Monitor dilakukan oleh :
Kepala Sekolah kepada guru dan guru
kepada murid
- Evaluasi melibatkan kepala sekolah,
guru dan murid.
5. Atur Eksekusi
- Penanggung jawab
Umum kegiatan :
Kepala Sekolah
- Penanggung jawab
Tekni :
Guru PAI dan PAH
- Pengarah dan
penilai kegiatan :
wali Kelas 1-6
- Pendukung
Kegiatan : Orang tua
- Pembuat Laporan
kegiatan :
Guru PAI dan PAH
- Komunikasi
dan koordinasi Kegiatan dilakukan secara individu dan atau kelompok
- Guru
pembimbing mengajak kerja sama rekan guru/wali kelas untuk membantu mengidentifikasi dan mendaftar
murid yang akan tampil
- Pelaporan
hasil kegiatan kepada kepala Sekolah selaku penanggung jawab
Selajutnya program ini melaksanakan
dan memenuhi strategi MLER, yaitu Monitoring, Evaluasi, Pembelajaran dan
Pelaporan (MLER):
Monitoring dilakukan oleh :
- Murid
kepada murid
- Guru
kepada murid
Evaluasi dilakukan oleh :
- Kepala Sekolah dan guru bersama murid
secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program Unjuk Terampil Kepemimpinan
Pembelajaran :
Dari
hasil evaluasi dibuat tindak lanjut sebagai bahan pembelajaran dan perbaikan
pada kegiatan selanjutnya yakni menggunakan pengalaman pengalaman murid yang
sudah tampil menjadi motivasi dan persiapan murid lainnya.
Pelaporan :
- Guru
pendamping membuat laporan kegiatan kepada kepala sekolah
Teknis Pelaksanaan Program
1 Guru kelas mendata siswa yang
memiliki minat dan bakat susunan kegiatan yang ada di program imtaq
2 Guru kelas menyampaikan nama-nama
murid yang berminat dan berbakat kepada guru pendidikan agama
3 Guru pend agama dan guru kelas
mengkonfirmasi kesiapan murid
4 Guru memenuhi kebutuhan murid
seperti teks MC dan teks lainnya
5 Guru menjelaskan teknis atau
gambaran pelaksanaan kegiatan
6 Murid berlatih baik mandiri maupun
didampingi oleh guru/orang tua
7 Kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal yaitu
hari Jum’at pagi
Manajemen Risiko
Dalam setiap program mesti ada
kemungkinan risiko yang muncul sebagai akibat dari program tersebut. Adapun
risiko program ini adalah:
2. Risiko Operasional, kegiatan sedikit
lambat dan tidak selancar dipimpin guru Pembina dan menguras waktu murid
3. Risiko strategis, guru perlu kerja
ekstra untuk mendata, merekrut dan melatih serta mempersiapkan murid yang akan
ujnuk terampil.
Dari
hasil identifikasi tersebut didaptkan pengendaliannya dengan cara
menganggarkan biaya photo copi atau penggandaan bahan yang diperlukan serta
menggunakan waktu luang seperti saat istirahat atau sore hari untuk persiapan
baik didampingi guru atau orang tua. Sehigga risiko-risiko tersebut bisa
diatasi .
3. Hasil Aksi
Nyata
Hasil dari aksi nyata yang dilaksanakan adalah sebagai
berikut:
1. Kegiatan imtaq lebih khidmat dan
bermakna, karena mereka berperan langsung melakukan kegiatan
2. Kegiatan tampak sangat membahagiakan
karena kegiatan tidak monoton dipimpin oleh guru.
3. Terbangunnya keberanian tampil di
depan umum.
4. Terbentuknya karakter atau jiwa
kepemimpinan pada murid
5. Kebutuhan murid dalam mengembangkan kemampuan nilai
religious dan berekspresi dapat terpenuhi.
6. Murid dapat bermain peran sebagai
pemimpin https://youtu.be/NeMs-Uru0_Q
7. Murid memiliki pengalaman yang
sangat positif dapat membangun rasa bahagia dan percaya diri yang tinggi.
B. PERASAAN (FEELING)
Aksi nyata perbaikan program ini memberikan sayake bahagiaan
dan keyakinan yang mendalam bahwa aka nada muncul pemimpin-pemimpin berkarakter
religious di masa mendatang. Dan saya juga merasa ada kepuasan khusus pada aksi
nyata ini disebabkan telah dapat memberikan ruang, kesempatan dan hak kepada
murid untuk dapat mengikuti suatu proses yang berpihak kepadanya yaitu
menggali, memompa, mengembangkan potensi mereka hingga terbangun dan terbentuk
karakter kepemimpinannya.
C. PEMBELAJARAN
DIPEROLEH (FIND)
Setiap murid akanmemiliki pengalaman berbeda-beda dan
special baik sebagai peserta terlebih menjadi petugas memimpin. Dari pengalaman
tersebut akan tumbuh jiwa kepemimpinansemua murid.
Guru dan peserta imtaq lainnya hendak lebih sabar dengan
jalannya kegiatan karna murid masih belajar bertahap dalam memimpin dan tidak
sesempurna seperti dipimpin gurunya..
Dampak atau impact dari program ini adalah murid dapat
bersosialisasi bahkan menjadi pemimpin kegiatan keagamaan di tengah-tengah
masyarakat atau menjadi pemimpin agama baik bagi diri, keluarga bahkan
masyarakat.
D. FUTURE
Program ini bersifat pekanan yaitu setiap hari Jum’at maka
akan disusun jadwal untuk memberi ruang atau kesempatan bagi setiap murid
dengan tehnik perkelas atau kolaborasi satu kelas tinggi dengan satu kelas
rendah tiap pekannya guna mewujudkan program berpihak kepada murid.
Komentar
Posting Komentar